Blogger templates

S E L A M A T - D A T A N G - D I ---- R A H M A T - K R E A T I F ---- T E R I M A K A S I H - A T A S - K U N J U N G A N - S A H A B A T ---- S E M O G A - B E R M A N F A A T - U N T U K - S A H A B A T - S E M U A

Jumat, 20 Juli 2012

Pengkabelan dengan Menggunakan UTP

Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) yang biasa digunakan adalah kabel 

yang terdiri dari 8 kabel/4 pasang kabel yang dililit satu sama lain dengan 
tujuan untuk mengurangi inteferensi listrik. 


Kabel UTP indentik dengan jaringan yang menggunakan topologi star , walau begitu kabel inipun juga bisa dimanfaatkan pada jaringan yang menggunakan topologi-topologi yang lain sepeti mesh, tree 

Konektor yang digunakan dalam jaringan topologi star dengan kabel UTP adalah konektor RJ 45, sedangkan untuk mengepresnya dapat mengunakan tang khusus yang tidak lain adalah crimping tools. 


Standart EIA/TIA 568 menjelaskan spesifikasi kabel UTP sebagai aturan dalam instalasi jaringan computer, kategori untuk twisted pair (hingga saat ini, mei 2005), yaitu : 


UTP category 1
Analog. Biasanya digunakan diperangkat telepon pada jalur ISDN (Integrated Service Digital Network), juga untuk mengHUBungkan modem dengan line telepon 

UTP category 2 

Bisa mencapai 1 Mbits (sering digunakan pada topologi token ring). 


UTP / STP category 3 

16 Mbits data transfer (sering digunakan pada topologi token ring atau 10BaseT) 

UTP / STP category 4 

20 Mbits data transfer (sering digunakan pada topologi token ring) 

UTP / STP category 5 

Bisa mencapai 100 Mbits data transfer/ 22db (sering digunakan pada topologi star atau tree 



UTP / STP category 5 Enhanced 

1 Gigabit Ethernet, Jarak 100 Meter, Terdiri Dari 4 Pasang Kabel Tembaga Yang Tiap Pasangnya Dililit (Sering Digunakan Pada Topologi Token Ring 16 Mbps. Ethernet 10Mbps, Atau Pada Fast Ethernet 100 Mbps) 

UTP / STP category 6 

2,5 Gigabit Ethernet, menjangkau jarak hingga 100 meter atau 10 Gbps up to 25 m, 20,2 db (Gigabit Ethernet) up to 155 MHz atau 250 MHz 


UTP / STP category 7 

Gigabit Ethernet/20,8 db (Gigabit Ethernet). Up to 200 MHz atau 700 MHz 

Pemberian kategori 1/2/3/4/5/6/7 didasarkan pada spesifikasi kabel tembaga dan jack yang digunakan. Masing-masing merupakan seri revisi atas kualitas kabel, kualitas isolator (pembungkus kabel) dan juga atas kualitas “lilitan” (twist) masing-masing pasang kabel. Selain itu juga untuk menentukan besarnya frekuensi yang bisa dilewatkan pada sarana kabel tersebut. 

Gangguan atau kerusakan pada kabel jenis ini adalah konektor yang tidak terpasang dengan baik (longgar), susunan pengkabelan yang salah dan kabel yang terputus. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan mengingat bahwa 80% kegagalan yang terjadi pada jaringan computer disebabkan karena adanya kesalahan pada media komunikasi yang digunakan termasuk didalamnya kabel dan konektor serta kualitas pemasangan (selain itu factor teknisn dan kondisi sekitarpun ikut berpengaruh ). 

Ada 2 jenis metode pengkabelan kabel UTP yang umum digunakan antara lain: 

Ø Kabel lurus (straight Cable) 

Kabel lurus (straight Cabel) adalah system pengkabelan antara ujung satu dengan ujung yang lainnya sama. Jenis pengkabelan ini biasanya digunakan untuk mengHUBungkan beberapa unit computer melalui perantara HUB/Switch yang berfungsi sebagai konsentrator maupun repeater. 

Kecepatan dari HUB yang digunakan harus sesuai dengan kecepatan dari LAN card yang digunakan pada masing-masing computer. Hal ini dikarenakan bila ada perbedaan kecepatan antara NIC dan HUB berarti kedua perangkat tersebut tidak dapat berkomunikasi secara maksimal 

Skema pengkabelan lurus antara konektor 1 dengan konektor 2 adalah sebagai berikut: 

 

Ø Kabel silang (crossover cable) 

Berbeda dengan pemasangan kabel lurus (straigt cable), penggunaan kabel menyilang ini digunakan untuk komunikasi antar computer (langsung tanpa HUB), atau dapat juga digunakan untuk meng-cascade tanpa harus menggunakan kabel menyilang (crossover cable), tetapi juga dapat menggunakan kabel lurus 

Kabel silang (crossover cable) adalah system pengkabelan antara ujung satu dengan yang lainnya saling disilangkan antara pengirim (transmitter) data dan penerima (receiver) data. Kabel pengirim data ujung satu akan diterima oleh penerima data pada ujung kedua begitupula sebaliknya penerima data satu merupakan pengirim data ujung kedua. Kabel silang (crossover cable) digunakan untuk mengHUBungkan HUB /Switch dengan HUB/Switch atau antar dua computer tanpa menggunakan HUB/Switch 

0 komentar:

Poskan Komentar